Bupati Majalengka Tinjau Persiapan Nyiramkeun Pusaka dan Peresmian Ruang Baru Museum Talaga Manggung

By Literasikata.id 12 Jun 2026, 07:46:52 WIB Sejarah Indonesia
Bupati Majalengka Tinjau Persiapan Nyiramkeun Pusaka dan Peresmian Ruang Baru Museum Talaga Manggung

Literasikata.id Majalengka - Bupati Majalengka H. Eman Suherman, melakukan kunjungan ke Museum Talaga Manggung pada Kamis (11/6/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi, memantau persiapan kegiatan Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Tahun 2026, sekaligus persiapan peresmian ruang baru Museum Talaga Manggung.

Kedatangan Bupati Majalengka disambut langsung oleh Ketua Yayasan Talaga Manggung Simbar Kantjana Rd Apun Cahya Hendra,  tokoh masyarakat Talaga sekaligus Pegiat museum Talaga Manggung H Tatang (abah Tatang) dan Turut hadir jajaran pengurus Yayasan Talaga Manggung Simbar Kantjana serta Pengurus Museum Talaga Manggung.

Dalam kunjungannya, Bupati Majalengka mengungkapkan rasa kagumnya terhadap wajah baru Museum Talaga Manggung yang kini tampil dengan nuansa terakota dan mengadopsi gaya arsitektur yang terinspirasi dari Candi Jiwa, Karawang. Menurutnya, pembaruan tersebut semakin memperkuat identitas museum sebagai ruang pelestarian warisan budaya Sunda.

Baca Lainnya :


    Ia berharap Museum Talaga Manggung tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi benda cagar budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi episentrum kebudayaan Majalengka serta destinasi wisata sejarah unggulan yang dapat menarik minat masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar daerah.

    Selain mengapresiasi pengembangan museum, Bupati juga menunjukkan ketertarikannya terhadap sebuah pintu kuno yang kini digunakan sebagai pintu utama Museum Talaga Manggung. Kepala Balai Konservasi Cagar Budaya Talaga Manggung, Asep Asdha Singha Winata, menjelaskan bahwa pintu tersebut merupakan artefak bersejarah yang telah menjadi objek penelitian sejumlah ahli sejak masa kolonial.

    Menurut Asep, artefak tersebut pernah diteliti oleh sejarawan Belanda Isidore van Kinsbergen pada tahun 1863, serta oleh sejarawan Prancis, Viviane S., pada tahun 1980. Berdasarkan catatan penelitian Viviane S., pintu tersebut dikenal dengan nama Lawang Gede Pajajaran dan diperkirakan berasal dari abad ke-14.

    Pada sesi akhir kunjungan, Bupati Majalengka berkesempatan mencoba seperangkat gamelan baru berupa replika Goong Renteng yang baru saja melengkapi koleksi museum. Gamelan berbahan perunggu tersebut merupakan kadeudeuh (sumbangan) dari Mayjen TNI (Purn.) H. Rd, TB, Hasnuddin, M.M., sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional warisan budaya Talaga Manggung

    Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Talaga Manggung sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Majalengka. (Humas Museum)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    View all comments

    Write a comment