- Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding dari Banpres, Bupati Majalengka, Membangun Lebih Mudah, Me
- Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung.
- Terjun ke Lokasi, Danramil Ligung Tinjau Warga Desa Kedungkencana yang Tewas Tersengat Arus Listrik
- Danramil 1711/Sumberjaya Hadiri Pembukaan MPLS SMAN 1 Sumberjaya, Tegaskan Peran TNI dalam Pembinaan
- Komitmen Berantas Narkoba, Satres Narkoba Polres Majalengka Gulung Dua Pengedar Tembakau Sintetis di
- Terjun Langsung dengan Aksi Humanis, Kapolres Majalengka Pimpin Pengamanan Aksi Damai di Depan Pendo
- Dandim 0617/Majalengka Sambut Kedatangan Prajurit Yon TP 338/Talaga Manggung, Perkuat Sinergi TNI da
- Gerak Cepat Babinsa Koramil 1702/Maja Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Bambu di Maja Utara, Api Berhas
- Wajib Halal Oktober 2026 Kian Dekat, LP3H Kartika Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Kuota Gratis
- Aksi Damai Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Warga Majalengka Serukan Penguatan Payung Hukum dan
Ketua GANISA Prihatin Tawuran di Majalengka, Desak Tes Urine untuk Pelaku

Literasikata.id Majalengka – Penangkapan 15 remaja oleh Polres Majalengka usai terlibat tawuran pada tanggal 19 September 2025 lalu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Meski langkah cepat aparat dalam mengamankan para pelaku serta memanggil orang tua mereka patut diapresiasi, kasus ini tetap harus diproses hukum lantaran menimbulkan korban hingga kehilangan satu jari akibat sabetan senjata tajam.
Ketua Gerakan Anti Narkotika Indonesia (GANISA) DPD Majalengka, Taufik Hidayat, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menilai aksi brutal yang dilakukan para pelajar mencerminkan lemahnya pembinaan terhadap generasi muda.
“Anak-anak sekarang sudah nekat dan berani melakukan kekerasan. Polres Majalengka harus bertanggung jawab dalam hal pembinaan, karena jelas belum ada upaya yang mampu membuat anak-anak memahami arti ketertiban dan keamanan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsa,” tegas Taufik (21/9/2025)
Baca Lainnya :
Selain itu, Taufik mendesak agar Polres Majalengka segera melakukan tes urine kepada para pelaku. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan keberanian dan kebrutalan mereka dipicu oleh penggunaan obat-obatan terlarang.
“Saya berharap edukasi bela negara dan edukasi tentang bahaya narkoba semakin diintensifkan di sekolah-sekolah. Dari pihak GANISA, kami siap berpartisipasi dalam upaya pencegahan ini,” tambahnya.
Peristiwa tawuran ini menjadi alarm keras bagi semua pihak, khususnya aparat dan dunia pendidikan, untuk lebih serius dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus pada kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba










