- Bupati Majalengka Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji 2026 dan Berikan Fasilitas Lengkap.
- Peran KIM dalam Literasi Digital di era Akselerasi Tranformasi.
- Momen Haru di Kodim Majalengka, 18 Prajurit Resmi Menyandang Pangkat Baru
- Groundbreaking Jembatan Garuda TNI di Lemahsugih Majalengka, Perkuat Akses dan Dorong Ekonomi Warga
- Warga Gunung Manik Majalengka Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Depan Rumah
- Sampaikan LKPJ 2025, Bupati Majalengka Paparkan Capaian Ekonomi Gemilang dan Penurunan Kemiskinan.
- Amankan Wisata Terasering Panyaweyan, Babinsa Sertu Hendra: Kami Pastikan Pengunjung Nyaman
- Sinergi TNI-Polri Amankan Wisata Lebaran, Dandim Majalengka Ikuti Anev Sitkamtibmas Nasional
- Pemkab Majalengka akan Berlakukan WFH Setiap Hari Senin pelayanan Umum tetap Berjalan.
- 100 Anggota Pramuka Majalengka Diterjunkan dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026.
Ketua GANISA Prihatin Tawuran di Majalengka, Desak Tes Urine untuk Pelaku

Literasikata.id Majalengka – Penangkapan 15 remaja oleh Polres Majalengka usai terlibat tawuran pada tanggal 19 September 2025 lalu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Meski langkah cepat aparat dalam mengamankan para pelaku serta memanggil orang tua mereka patut diapresiasi, kasus ini tetap harus diproses hukum lantaran menimbulkan korban hingga kehilangan satu jari akibat sabetan senjata tajam.
Ketua Gerakan Anti Narkotika Indonesia (GANISA) DPD Majalengka, Taufik Hidayat, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menilai aksi brutal yang dilakukan para pelajar mencerminkan lemahnya pembinaan terhadap generasi muda.
“Anak-anak sekarang sudah nekat dan berani melakukan kekerasan. Polres Majalengka harus bertanggung jawab dalam hal pembinaan, karena jelas belum ada upaya yang mampu membuat anak-anak memahami arti ketertiban dan keamanan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsa,” tegas Taufik (21/9/2025)
Baca Lainnya :
Selain itu, Taufik mendesak agar Polres Majalengka segera melakukan tes urine kepada para pelaku. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan keberanian dan kebrutalan mereka dipicu oleh penggunaan obat-obatan terlarang.
“Saya berharap edukasi bela negara dan edukasi tentang bahaya narkoba semakin diintensifkan di sekolah-sekolah. Dari pihak GANISA, kami siap berpartisipasi dalam upaya pencegahan ini,” tambahnya.
Peristiwa tawuran ini menjadi alarm keras bagi semua pihak, khususnya aparat dan dunia pendidikan, untuk lebih serius dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus pada kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba










