- Warga Cipasung Lemahsugih Serbu Jumat Berkah TNI, Fakta Kesehatan Ini Bikin Kaget!
- Cetak Sejarah! 545 Pramuka Garuda Majalengka Resmi Dilantik, Terbanyak Sepanjang Sejarah Kwarcab
- Gara-gara Sampah Ditinggal Sejak Sore, Kebun Mangga di Majalengka Membara: 5 Kambing Ludes Terbakar!
- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
Ketua Forum KPDAS Majalengka Apresiasi Gerak Cepat Bupati Tanggapi Isu Limbah Puskesmas

Literasikata.id Majalengka – Sebuah video yang menunjukkan aliran air limbah berwarna putih dari salah satu puskesmas di Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, sempat viral di media sosial dan memunculkan kekhawatiran warga. Dugaan awal menyebutkan bahwa limbah berbahaya (B3) dibuang langsung ke saluran umum tanpa pengolahan.
Baca Lainnya :
Menanggapi hal tersebut, Bupati Majalengka, Eman Suherman, langsung turun tangan dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Kamis (1/5/2025). Dalam keterangannya, Bupati Eman menegaskan bahwa cairan putih yang terlihat bukanlah limbah berbahaya, melainkan air bekas pencucian rol dan kaleng cat setelah proses pengecatan dinding di dalam puskesmas.
“Setelah kita cek langsung, ternyata itu bukan limbah B3. Warna putih berasal dari sisa pencucian alat-alat pengecatan, bukan limbah medis atau bahan berbahaya,” jelas Bupati Eman. Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh ketidaktahuan pekerja yang membersihkan peralatan cat di area dalam ruangan, sehingga air bekas cucian tersebut mengalir ke saluran pembuangan biasa.
Langkah cepat Bupati Majalengka ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua Forum Koordinasi Pengelola Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Majalengka, Taufik Geblug Hidayat. Ia menyampaikan dukungannya terhadap tindakan responsif pemerintah daerah dalam merespons isu lingkungan yang menjadi perhatian publik.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan cepat Bupati Majalengka yang langsung turun ke lapangan. Ini adalah bentuk kepemimpinan tanggap darurat yang diharapkan masyarakat,” ujar Taufik.
Ia juga menegaskan bahwa FKPDAS Majalengka tidak ingin ada kelalaian dalam pengelolaan limbah yang dapat menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari. “Informasi mengenai kegagalan pengolahan air limbah harus ditanggapi serius, karena jika dibiarkan bisa menimbulkan masalah besar ke depan,” pungkasnya.










