- Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding dari Banpres, Bupati Majalengka, Membangun Lebih Mudah, Me
- Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung.
- Terjun ke Lokasi, Danramil Ligung Tinjau Warga Desa Kedungkencana yang Tewas Tersengat Arus Listrik
- Danramil 1711/Sumberjaya Hadiri Pembukaan MPLS SMAN 1 Sumberjaya, Tegaskan Peran TNI dalam Pembinaan
- Komitmen Berantas Narkoba, Satres Narkoba Polres Majalengka Gulung Dua Pengedar Tembakau Sintetis di
- Terjun Langsung dengan Aksi Humanis, Kapolres Majalengka Pimpin Pengamanan Aksi Damai di Depan Pendo
- Dandim 0617/Majalengka Sambut Kedatangan Prajurit Yon TP 338/Talaga Manggung, Perkuat Sinergi TNI da
- Gerak Cepat Babinsa Koramil 1702/Maja Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Bambu di Maja Utara, Api Berhas
- Wajib Halal Oktober 2026 Kian Dekat, LP3H Kartika Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Kuota Gratis
- Aksi Damai Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Warga Majalengka Serukan Penguatan Payung Hukum dan
Waspada Binatang Melata Berbisa Saat Musim Hujan dan Banjir

Keterangan Gambar : Poto pecinta ular
Literasikata.id Majalengka — Intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah sungai di Kabupaten Majalengka meluap. Kondisi tersebut diperparah dengan gorong-gorong yang tidak mampu menahan debit air, sehingga mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah permukiman warga.
Situasi ini berdampak langsung pada ekosistem di sekitar aliran sungai. Berbagai binatang melata yang biasanya hidup di gorong-gorong dan bantaran sungai terpaksa keluar dari sarangnya karena habitatnya terendam air. Akibatnya, potensi kemunculan binatang melata berbisa di lingkungan permukiman warga meningkat.
Pemerhati lingkungan sekaligus Ketua FKPDAS DPD Majalengka, Taufik Geblug Hidayat, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kurangnya pemeliharaan lingkungan sungai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah situasi.
Baca Lainnya :
“Lingkungan sungai yang tidak terawat membuat binatang berbisa kehilangan habitat alaminya. Saat banjir, mereka akan mencari tempat yang lebih kering dan hangat, termasuk masuk ke rumah-rumah warga melalui celah-celah kecil,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap area rumah yang jarang diperhatikan. Tempat bermain anak-anak, tumpukan barang tidak terpakai, gudang, kolong tempat tidur, hingga sudut-sudut lembap menjadi lokasi yang nyaman bagi binatang seperti ular, kalajengking, kelabang, ulat bulu beracun, dan jenis binatang melata lainnya.
“Jangan dibiarkan ada tempat yang berpotensi menjadi sarang. Segera periksa dan bersihkan, terutama area yang hangat dan jarang tersentuh,” tambahnya.
Taufik juga mengingatkan agar masyarakat tidak bertindak ceroboh apabila menemukan binatang berbisa. Jika tidak memiliki kemampuan atau peralatan yang memadai, warga disarankan untuk meminta bantuan kepada petugas atau pihak yang berkompeten.
“Kewaspadaan dan penanganan yang tepat sangat penting demi keselamatan keluarga, khususnya anak-anak,” pungkasnya.











