- Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik.
- Sikat Habis Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu di Sukahaj
- 122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa
- Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarak
- Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolres Majalengka Terima Penghargaan Capaian IKPA Nilai Sempurna
- Penadahan Motor Curian berhasil diungkap polres Majalengka bukti komitmen Brantas kejahatan
- Diskominfo Jabar Dorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Adaptif di Era Digital.
- Pemkab Majalengka Segera Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan Rusak tahun 2026.
- Kwarcab & DKC Majalengka Bekali Anggota dengan Motivasi dan Strategi Pembinaan
- Ketersediaan Pupuk Subsidi Musim Tanam II Dipastikan Aman, Petani Diimbau Percepat Tanam.
Petani di Majalengka Menyambut baik Turunya Harga Pupuk Subsidi sebesar 20 Persen.

Literasikata.id Majalengka - Kabar gembira buat petani di seluruh Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementrian Pertanian kembali mengulirkan program Pro Rakyat dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.
Penurunan harga jual pupuk subsidi yang dilakukan pemerintah pusat, mulai berlaku pada tanggal 22 Oktober 2025 kemarin sebesar 20 persen dapat meningkatkan produksi pangan, seperti padi, jagung, kedelai dan lainnya.
Baca Lainnya :
“Tujuan pemerintah menurunkan harga jual pupuk subsidi, untuk menekan biaya usaha pertanian tanaman pangan jadi lebih efisien, sehingga usaha di sektor pangan jadi lebih prospek ke depannya,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, Selasa (28/10/2025).
Dengan jumlah penduduk Kabupaten Majalengka sebanyak 1,3 juta jiwa dan mata pencaharian penduduk sebanyak 70 persen merupakan petani. Sedangkan luas lahan pertanian di Kabupaten Majalengka 30.996,42 hektare.
Menurut H. Gatot Sulaeman setelah ada kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen tersebut, dari Kementan, harga jual eceran pupuk urea subsidi turun dari Rp 2.250/Kg menjadi Rp 1.800/Kg. Pupuk NPK subsidi turun dari Rp 2.300/Kg menjadi Rp 1.840/Kg. Selanjutnya, pupuk NPK turun dari Rp 3.300/Kg menjadi Rp 2.640/Kg, ZA dari Rp 1.799 menjadi Rp 1.360/Kg dan pupuk organik dari Rp 800/ menjadi Rp 649/Kg.
Kementrian Pertanian menyebutkan ada 10 komoditi, yang penggunaan pupuknya disubsidi pemerintah. Yaitu, tanaman padi, jagung, kedelai, cabe merah, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, ubi dan tebu.
" Dengan mulai musim tanam yang terjadi di Kabupaten Majalengka, diharapkan penurunan harga pupuk ini bisa memberikan dampak signifikan untuk peningkatan pangan," ujarnya.
Menurut mantan Kadis Kominfo ini ada 235 kios pengecer pupuk dibawah naungan PT Pupuk Indonesia yang tersebar di 26 Kecamatan dan 330 Desa se Kabupaten Majalengka.
" Pemerintah memberikan dorongan kepada kios pengecer untuk lebih mempermudah dan efisien dalam penyaluran pupuk subsidi kepada para petani," jelas H. Gatot Sulaeman.
Sementara itu Karsa petani asal Baribis menyambut baik adanya program pemerintah dalam menurunkan harga pupuk yang sangat membantu para petani.
" Program penurunan harga pupuk ini sangat pro terhadap para petani, apalagi menjelang musim tanam sekarang. Tapi mohon kepada para kios dan peyalur pupuk untuk lebih mempermudah dalam penyalurannya," jelas Karsa.











