- Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding dari Banpres, Bupati Majalengka, Membangun Lebih Mudah, Me
- Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung.
- Terjun ke Lokasi, Danramil Ligung Tinjau Warga Desa Kedungkencana yang Tewas Tersengat Arus Listrik
- Danramil 1711/Sumberjaya Hadiri Pembukaan MPLS SMAN 1 Sumberjaya, Tegaskan Peran TNI dalam Pembinaan
- Komitmen Berantas Narkoba, Satres Narkoba Polres Majalengka Gulung Dua Pengedar Tembakau Sintetis di
- Terjun Langsung dengan Aksi Humanis, Kapolres Majalengka Pimpin Pengamanan Aksi Damai di Depan Pendo
- Dandim 0617/Majalengka Sambut Kedatangan Prajurit Yon TP 338/Talaga Manggung, Perkuat Sinergi TNI da
- Gerak Cepat Babinsa Koramil 1702/Maja Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Bambu di Maja Utara, Api Berhas
- Wajib Halal Oktober 2026 Kian Dekat, LP3H Kartika Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Kuota Gratis
- Aksi Damai Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Warga Majalengka Serukan Penguatan Payung Hukum dan
Ketua Forum DAS Majalengka Sayangkan Kerusakan Akibat Proyek Pembangkit Listrik di Desa Mekarraharja

Literasikata.id Majalengka (10/5/2025) — Ketua Forum Koordinasi Pengelola Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Majalengka, Taufik Hidayat, menyayangkan dampak negatif dari proyek pembangunan pembangkit listrik yang berlokasi di Blok Nyalindung, blok sukamandi desa mekarraharja wilayah aliran sungai cilutung Desa Mekarraharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.
Menurut Taufik, proyek tersebut telah mengganggu aktivitas warga, terutama para petani yang lahannya terdampak akibat aktivitas galian di lokasi proyek. "Banyak sawah warga yang tertutup dan rusak karena longsoran tanah. Kami juga khawatir irigasi yang berada di atasnya akan jebol dan merusak sawah di bawahnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, Forum DAS menerima banyak keluhan dari masyarakat yang merasa dirugikan. "Kami sebagai forum DAS akan berusaha melakukan yang terbaik agar pembangunan tetap berjalan dengan baik, namun tidak merugikan warga dan lingkungan sekitar tetap terjaga dari kerusakan," tegas Taufik.
Baca Lainnya :
Lebih lanjut, FKPDAS Majalengka menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan aparat desa, pemerintah daerah, hingga penegak hukum jika ditemukan adanya kegiatan proyek yang tidak berizin. Pasalnya, menurut laporan warga, terdapat aktivitas penambangan batu yang diduga ilegal di area proyek.
"Kami tidak ingin pembangunan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya











