- Anggota Polres Majalengka Raih Juara III Lomba Menembak Tingkat Polda Jabar dalam Rangka HUT Bhayang
- Jaksa Agung RI Apresiasi Wajah Baru Museum Talaga Manggung, Dorong Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Bud
- Ubah Sampah Jadi Tabungan Ekonomi, BSI Kecamatan Talaga Jaring 648 Kg Sampah dalam Aksi Geber Jumat
- Diduga Akibat Korsleting Listrik, Dua Rumah di Bantarjati Majalengka Ludes Terbakar, Kerugian Capai
- Dandim 0617/Majalengka Tinjau Lokasi Marseling Area Yon TP 338 Sindangkasih, Tekankan Pembenahan dan
- Dandim Sambut Hangat Bupati, Sinergi TNI-Pemkab Sukseskan Layanan KB MKJP di Harganas 2026
- Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional, Tonggak Baru Pelesta
- Penuh Keakraban, Kodim 0617/Majalengka Sambut Dandim Baru Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto
- Warga Panyingkiran Majalengka terciduk Satres Narkoba saat meracik Tembakau Sintetis
- Komitmen, Satres Narkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Tembakau Sintetis di Jatiwangi
Jaksa Agung RI Apresiasi Wajah Baru Museum Talaga Manggung, Dorong Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Bud

Literasikata.id ‎Majalengka – Museum Talaga Manggung kembali mendapat perhatian tokoh nasional. Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, mengunjungi museum yang berada di Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Minggu (5/7/2026), untuk melihat langsung perkembangan museum sekaligus meninjau kesiapan pelaksanaan tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung 2026.
‎
‎Dalam kunjungan tersebut, Jaksa Agung RI didampingi Mayjen TNI (Purn.) Tubagus Hasanuddin dan Tita Juwita Hipdiah. Kedatangan rombongan disambut Ketua Yayasan Talaga Manggung Simbar Kantjana, Rd. Apun Cahya Hendra, bersama jajaran pengurus yayasan dan pengelola museum.
Baca Lainnya :
‎
‎Saat meninjau berbagai koleksi dan fasilitas museum, Prof. Sanitiar Burhanuddin memberikan apresiasi terhadap pembaruan bangunan yang kini mengusung nuansa terakota dengan sentuhan arsitektur terinspirasi dari Candi Jiwa. Menurutnya, pembenahan tersebut menjadikan Museum Talaga Manggung semakin layak sebagai ruang pelestarian sejarah sekaligus sarana pembelajaran budaya bagi masyarakat.
‎
‎Kunjungan itu juga membawa kenangan tersendiri bagi Jaksa Agung RI. Ia menceritakan bahwa kawasan Museum Talaga Manggung merupakan tempat yang akrab dengan masa kecilnya. Kenangan tersebut membuat kunjungannya terasa lebih bermakna karena dapat kembali menyaksikan perkembangan salah satu situs budaya yang memiliki nilai sejarah bagi dirinya.
‎
‎Ia berharap Museum Talaga Manggung terus berkembang menjadi pusat pelestarian budaya Sunda, ruang edukasi sejarah bagi generasi muda, sekaligus destinasi wisata budaya yang mampu mengangkat nama Kabupaten Majalengka di tingkat nasional.
‎
‎Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni tradisional, Prof. Sanitiar Burhanuddin juga mencoba memainkan seperangkat gamelan replika Goong Renteng yang baru menjadi koleksi museum. Perangkat gamelan berbahan perunggu tersebut merupakan sumbangan dari Mayjen TNI (Purn.) Tubagus Hasanuddin sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya Talaga Manggung.
‎
‎Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Jaksa Agung RI beserta rombongan diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan pegiat budaya dalam menjaga kelestarian Museum Talaga Manggung sebagai salah satu ikon sejarah dan kebudayaan Kabupaten Majalengka yang memiliki nilai penting bagi bangsa Indonesia.











