- 14 Tim Ramaikan Turnamen Bola Voli Jagasari Cup 2026, Dorong Prestasi Olahraga Majalengka
- Dewan Pengawas RSUD Majalengka Turun Langsung Serap Aspirasi Pegawai, Tindak Lanjuti Arahan Bupati
- Gara-gara Sisa Bakar Sampah, Lahan Bambu 1 Hektare di Talaga Majalengka Ludes Terbakar
- Jumat berkah layanan kesehatan Kodim 0617/Majalengka diserbu warga
- Tata Alun-Alun Majalengka, Pemkab Siapkan Pos Pelayanan Terpadu untuk Perkuat Keamanan dan Kenyamana
- Aksi Copet, Warga Kehilangan Dompet dan Handphone di Tengah Kerumunan Sapa Warga Kang Dedi Mulyadi d
- Warga Cipasung Lemahsugih Serbu Jumat Berkah TNI, Fakta Kesehatan Ini Bikin Kaget!
- Cetak Sejarah! 545 Pramuka Garuda Majalengka Resmi Dilantik, Terbanyak Sepanjang Sejarah Kwarcab
- Gara-gara Sampah Ditinggal Sejak Sore, Kebun Mangga di Majalengka Membara: 5 Kambing Ludes Terbakar!
- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
Dewan Pengawas RSUD Majalengka Turun Langsung Serap Aspirasi Pegawai, Tindak Lanjuti Arahan Bupati

Literasikata.id Majalengka - Dewan Pengawas bersama manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka terus memperkuat pengawasan dan evaluasi pelayanan kesehatan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui monitoring langsung ke lapangan sekaligus menyerap aspirasi para pegawai, khususnya tenaga fungsional yang setiap hari berada di garis depan pelayanan kesehatan.
Baca Lainnya :
Ketua Dewan Pengawas RSUD Majalengka, drg. Gelar S. Ramdhani, Sp.RKG., melaksanakan monitoring pada Jumat (6/11/2026), pukul 06.30 hingga 08.00 WIB, seusai mengikuti kegiatan Subuh Akbar.
Dalam kegiatan tersebut, Gelar didampingi jajaran manajemen RSUD Majalengka yang dipimpin Direktur dr. Egga Bramasta Akidapi, MM.RS. Keduanya memperkuat koordinasi dan sinergi untuk memastikan berbagai arahan Bupati dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata dalam peningkatan pelayanan rumah sakit.
Gelar menyambangi sejumlah pegawai dan berdialog secara langsung untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan pegawai menjadi bagian penting dalam proses pengawasan. Sebab, pengalaman dan kondisi yang dihadapi petugas di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan pelayanan.
Monitoring tersebut juga diarahkan untuk mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini, termasuk kemungkinan terjadinya miskomunikasi antara petugas, pasien, maupun keluarga pasien.
Komunikasi yang jelas, santun, dan mudah dipahami dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pelayanan yang nyaman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Dewan Pengawas RSUD Majalengka memberikan perhatian terhadap empat aspek utama, yakni keselamatan pasien, pegawai, keluarga pasien dan pengunjung; kualitas pelayanan; produktivitas pegawai; serta keberlangsungan keuangan rumah sakit.
Selain itu, Gelar juga memberikan pemahaman kepada pegawai mengenai tugas dan fungsi Dewan Pengawas. Ia mendorong seluruh jajaran rumah sakit untuk terus menjaga profesionalisme, keramahan, kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas komunikasi dalam memberikan pelayanan.
" Perhatian terhadap sumber daya manusia juga menjadi bagian dari evaluasi. Aspirasi mengenai kondisi lingkungan kerja dan kesejahteraan pegawai, baik di bidang manajemen maupun tenaga fungsional, turut dihimpun sebagai bahan masukan," ujarnya.
Hasil monitoring dan dialog tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi Dewan Pengawas untuk disampaikan dalam bentuk rekomendasi kepada Direktur RSUD Majalengka. Dengan demikian, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan skala prioritas rumah sakit.
Sementara itu, salah seorang warga, Nana, menyambut baik peran Dewan Pengawas yang turun langsung melakukan monitoring dan mendengarkan aspirasi pegawai.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Majalengka. Dengan adanya pengawasan secara langsung, diharapkan berbagai kendala dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusinya.
" Dengan sinergi antara Dewan Pengawas dan manajemen rumah sakit terus diperkuat sehingga masyarakat dapat merasakan peningkatan pelayanan secara nyata, "ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Nana, menyambut baik peran Dewan Pengawas yang turun langsung melakukan monitoring dan mendengarkan aspirasi pegawai.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Majalengka. Dengan adanya pengawasan secara langsung, diharapkan berbagai kendala dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusinya.
Ia berharap sinergi antara Dewan Pengawas dan manajemen rumah sakit terus diperkuat sehingga masyarakat dapat merasakan peningkatan pelayanan secara nyata.
Melalui pengawasan yang terbuka, komunikasi yang baik, serta kolaborasi seluruh jajaran, RSUD Majalengka diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, ramah, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan, yang semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.











