- Warga Majalengka Heboh! Presiden RI Bakal Hadir, Ratusan Personel Gabungan Gelar Apel Pasukan di Pas
- Jumat berkah layanan kesehatan Kodim 0617/Majalengka diserbu warga
- Tata Alun-Alun Majalengka, Pemkab Siapkan Pos Pelayanan Terpadu untuk Perkuat Keamanan dan Kenyamana
- Aksi Copet, Warga Kehilangan Dompet dan Handphone di Tengah Kerumunan Sapa Warga Kang Dedi Mulyadi d
- Warga Cipasung Lemahsugih Serbu Jumat Berkah TNI, Fakta Kesehatan Ini Bikin Kaget!
- Cetak Sejarah! 545 Pramuka Garuda Majalengka Resmi Dilantik, Terbanyak Sepanjang Sejarah Kwarcab
- Gara-gara Sampah Ditinggal Sejak Sore, Kebun Mangga di Majalengka Membara: 5 Kambing Ludes Terbakar!
- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
Aksi Copet, Warga Kehilangan Dompet dan Handphone di Tengah Kerumunan Sapa Warga Kang Dedi Mulyadi d

Literasikata.id Majalengka – Kemeriahan kegiatan Sapa Warga bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), di wilayah Pajajar, Kabupaten Majalengka, Jumat (6/11/2026), diwarnai dugaan aksi pencopetan.
Ribuan masyarakat dari Majalengka maupun luar daerah memadati lokasi kegiatan. Antusiasme warga yang ingin bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat tersebut membuat suasana di sekitar lokasi dipenuhi kerumunan dan desak-desakan.
Namun, di tengah padatnya pengunjung, seorang warga bernama Nani mengaku menjadi korban pencopetan. Pelaku diduga menjalankan aksinya dengan cara menyayat tas korban menggunakan benda tajam sejenis cutter.
Baca Lainnya :
Nani mengungkapkan, dirinya kehilangan satu buah dompet dan handphone yang disimpan di dalam tas.
Ia baru menyadari kejadian tersebut setelah merasakan tangannya perih hingga mengeluarkan darah. Awalnya, Nani tidak menyangka dirinya telah menjadi korban pencopetan.
Kecurigaan muncul setelah pegang tasnya sudah ringan dan tas yang dibawanya terlihat bolong. Setelah diperiksa, Nani mendapati barang-barang miliknya sudah tidak ada di dalam tas.
Atas kejadian tersebut, Nani kemudian memberikan keterangan kepada pihak kepolisian di Polsek Rajagaluh pada hari Sabtu pagi, 7 Nopember 2026.
Peristiwa ini menjadi perhatian sekaligus pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada ketika menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang, terutama saat kondisi lokasi sangat padat.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi kepada pihak Polsek setempat terkait dugaan aksi pencopetan tersebut belum mendapatkan tanggapan.
Masyarakat diimbau untuk menjaga barang berharga, memastikan tas selalu dalam pengawasan, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami atau melihat tindakan kriminal di tengah keramaian.
Penulis: Topik
Editor: Redaksi
Sumber: Wawancara Langsung dengan Korban











