- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Kawasan Rebana dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) butuh Pengembangan Strategis supaya Bisa

Literasikata.id Majalengka - Investasi di kawasan Rebana Jawa Barat sampai saat belum maksimal. Kawasan strategis yang mencakup tujuh daerah Kabupaten Sumedang, Majalengka, Subang, Indramayu, Cirebon, Kuningan, serta Kota Cirebon masih tertinggal jauh dari kawasan industri lama seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta dalam hal realisasi investasi.
Investasi di Jawa Barat pada triwulan pertama tahun 2025 yang mencapai Rp68 triliun, sebagian besar investasi masuk di daerah-daerah yang berada di luar Rebana.
Baca Lainnya :
Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada acara detikom Regional Summit yang ini digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka, Senin (19/05/2025).
"Total investasi yang masuk ke Jawa Barat pada triwulan I dengan nilai total Rp68 triliun dengan daya serap tenaga kerja 91.082 ribu, itu masuknya baru di Kabupaten Cirebon Rp.878,31 miliar, Kota Cirebon Rp.252,46 miliar, Majalengka Rp.699,57 miliar, Kuningan Rp.67,54 miliar, Indramayu Rp.362,33 miliar, Subang Rp.2,39 triliun," kata Dedi.
Menurut KDM faktor yang menghambat masuknya investor ke Rebana salah satunya karena masalah infrastruktur.
"Problem utama adalah yang pertama konektivitas infrastrukturnya belum terbangun dengan baik, Patimban progresnya belum sesuai dengan harapan yang kedua adalah sarana dan prasarana misalnya ketersediaan listrik, jaringan air bersih jalan yang memadai serta penunjang lainya," tuturnya.
Sementara itu Bupati Majalengka, Eman Suherman menyoroti pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Menurutnya, keberadaan BIJB sebagai simpul konektivitas utama di wilayah Rebana belum dimanfaatkan secara maksimal.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah soal keberangkatan jemaah haji dari Majalengka yang tetap harus melalui embarkasi di Indramayu, meski bandara ada di Majalengka.
" Sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam mengembangkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dengan adanya dukungan dari semua pihak baik pusat dan provinsi diharapkan keberadaan bandara bisa ramai ," harap Eman.
Bupati berharap dengan adanya detikom Regional Summit para kepala daerah dan tokoh nasional bisa mewujudkan kawasan Rebana sebagai metropolitan Jawa Barat.
Sementara pembicara utama adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip serta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan moderator pimpinan redaksi Alfito Deannova Gintings











