- Selasa Berseri dan Aksi Ekologi: Cara Pemkab Majalengka Bentuk Karakter Siswa Cerdas dan Peduli Ling
- Komitmen Perang Melawan Narkoba, Sat Narkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu dan Sita 35 Pake
- Dandim 0617/Majalengka Cek Kesiapan Sekolah Rakyat, Pastikan Fasilitas Siap Sambut Taruna Akmil
- Junjung Tinggi Sportivitas, Danramil Cikijing Hadiri Pembukaan Turnamen Sepak Bola Kataji Cup 2026 d
- KIM Jadi Agen Informasi di Daerah untuk Gempur Rokok Ilegal
- Akselerasi Majalengka Langkung Sae, Diskominfo Gelar Bimtek Admin Medsos
- Dandim 0617/Majalengka Pimpin Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Jaga Citra Positif TNI AD
- Babinsa Bantu Jinakkan Api, Kebakaran Rumah Warga di Palasah Diduga Berawal dari Bakar Sampah
- Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding dari Banpres, Bupati Majalengka, Membangun Lebih Mudah, Me
- Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung.
Kawasan Rebana dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) butuh Pengembangan Strategis supaya Bisa

Literasikata.id Majalengka - Investasi di kawasan Rebana Jawa Barat sampai saat belum maksimal. Kawasan strategis yang mencakup tujuh daerah Kabupaten Sumedang, Majalengka, Subang, Indramayu, Cirebon, Kuningan, serta Kota Cirebon masih tertinggal jauh dari kawasan industri lama seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta dalam hal realisasi investasi.
Investasi di Jawa Barat pada triwulan pertama tahun 2025 yang mencapai Rp68 triliun, sebagian besar investasi masuk di daerah-daerah yang berada di luar Rebana.
Baca Lainnya :
Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada acara detikom Regional Summit yang ini digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka, Senin (19/05/2025).
"Total investasi yang masuk ke Jawa Barat pada triwulan I dengan nilai total Rp68 triliun dengan daya serap tenaga kerja 91.082 ribu, itu masuknya baru di Kabupaten Cirebon Rp.878,31 miliar, Kota Cirebon Rp.252,46 miliar, Majalengka Rp.699,57 miliar, Kuningan Rp.67,54 miliar, Indramayu Rp.362,33 miliar, Subang Rp.2,39 triliun," kata Dedi.
Menurut KDM faktor yang menghambat masuknya investor ke Rebana salah satunya karena masalah infrastruktur.
"Problem utama adalah yang pertama konektivitas infrastrukturnya belum terbangun dengan baik, Patimban progresnya belum sesuai dengan harapan yang kedua adalah sarana dan prasarana misalnya ketersediaan listrik, jaringan air bersih jalan yang memadai serta penunjang lainya," tuturnya.
Sementara itu Bupati Majalengka, Eman Suherman menyoroti pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Menurutnya, keberadaan BIJB sebagai simpul konektivitas utama di wilayah Rebana belum dimanfaatkan secara maksimal.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah soal keberangkatan jemaah haji dari Majalengka yang tetap harus melalui embarkasi di Indramayu, meski bandara ada di Majalengka.
" Sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam mengembangkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dengan adanya dukungan dari semua pihak baik pusat dan provinsi diharapkan keberadaan bandara bisa ramai ," harap Eman.
Bupati berharap dengan adanya detikom Regional Summit para kepala daerah dan tokoh nasional bisa mewujudkan kawasan Rebana sebagai metropolitan Jawa Barat.
Sementara pembicara utama adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip serta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan moderator pimpinan redaksi Alfito Deannova Gintings











