- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Kasdim 1514/Morotai Hadiri FGD Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara — Dandim 1514/Morotai diwakili Kasdim Mayor Inf Rusmin Nuryadin menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan” yang digelar oleh Binmas Islam Kemenag Morotai di Aula PLHUT Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Sabtu (16/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama, mencegah potensi konflik sosial, serta memperkuat sinergi semua pihak dalam menjaga stabilitas keamanan di Morotai.
Dalam penyampaiannya, Kasdim menegaskan pentingnya menghadirkan para imam dalam forum semacam ini karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia juga menyoroti potensi konflik yang kerap melibatkan generasi muda, terutama akibat pengaruh minuman keras dalam pesta masyarakat.
Baca Lainnya :
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan keimanan, pengawasan penggunaan gadget, pemetaan potensi konflik, hingga monitoring media sosial. Selain itu, perlu adanya SOP yang jelas dalam menghadapi konflik sosial berlatar agama,” tegas Mayor Inf Rusmin Nuryadin.
Kegiatan FGD ini diikuti sekitar 20 peserta, di antaranya Kapolres Pulau Morotai yang diwakili Kabag Ops Akp Subhan, Kepala Kantor Kemenag Morotai Hi. Abdurahman Assagaf, Ketua NU Morotai Hi. Din Aswan, Ketua Muhammadiyah Morotai Hi. Asrun Padoma, Ketua Al Khairat Morotai Mukmin Ali, serta para tokoh agama dan undangan lainnya.











