- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Jaga Kerukunan, Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Masyarakat Libano Saling Menghormati Perbedaan

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Praka Maryandes, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga binaan di Desa Libano, Kecamatan Morotai Jaya, Kamis (28/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.
Praka Maryandes menegaskan bahwa sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan orang lain adalah kunci terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis. “Kita harus menjaga kebersamaan meski berbeda keyakinan. Toleransi itu bukan hanya semboyan, tapi harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan sehari-hari,” ujarnya.
Baca Lainnya :
Ia juga menekankan pentingnya saling berbuat baik terhadap sesama tanpa memandang perbedaan agama. Menurutnya, di Desa Libano yang mayoritas beragama Kristen, terdapat banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas dan beragama Islam.
“Mereka datang untuk mengabdi dan menjalankan tugas negara. Tugas kita sebagai warga adalah menghormati, menjaga, dan menjamin keselamatan mereka. Dengan begitu, tercipta suasana rukun dan penuh kedamaian di Desa Libano,” tegas Babinsa.
Praka Maryandes berharap masyarakat Desa Libano dapat terus menumbuhkan rasa persaudaraan, saling melindungi, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun desa. “Kerukunan adalah modal utama dalam membangun. Tanpa toleransi, kita akan mudah terpecah. Karena itu mari kita rawat kebersamaan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.











