- Gara-gara Sampah Ditinggal Sejak Sore, Kebun Mangga di Majalengka Membara: 5 Kambing Ludes Terbakar!
- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
Dandim 1514/Morotai Terima Kunjungan Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi Universitas Indonesia (UI).

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Dandim 1514/Morotai, Letkol Arh Masykur Akmal, S.T., M.T., menerima kunjungan Ketua Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi Universitas Indonesia (UI), Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si (Han), di Makodim 1514/Morotai, Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Senin (8/9/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi UI menyerahkan cenderamata kepada Dandim 1514/Morotai sebagai bentuk penghormatan serta wujud sinergitas antara kedua pihak.
Baca Lainnya :
Dandim 1514/Morotai Letkol Arh Masykur Akmal ST.,MT., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim dari UI. Ia berharap kehadiran Ekspedisi Patriot Transmigrasi dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Pulau Morotai.
“Morotai masih masuk kategori daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terbelakang). Dengan kegiatan ini, kami berharap bisa membantu mengangkat citra Morotai, sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa Morotai memiliki nilai sejarah yang penting, khususnya aksi heroik pahlawan Indonesia pada masa Perang Trikora dalam pembebasan Irian Barat. Potensi sejarah tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
“Semoga Morotai dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, sehingga pulau terluar ini bisa terpandang dan masuk dalam salah satu dari sepuluh daerah destinasi wisata nasional,” Tutup Dandim.











