- Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik.
- Sikat Habis Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu di Sukahaj
- 122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa
- Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarak
- Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolres Majalengka Terima Penghargaan Capaian IKPA Nilai Sempurna
- Penadahan Motor Curian berhasil diungkap polres Majalengka bukti komitmen Brantas kejahatan
- Diskominfo Jabar Dorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Adaptif di Era Digital.
- Pemkab Majalengka Segera Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan Rusak tahun 2026.
- Kwarcab & DKC Majalengka Bekali Anggota dengan Motivasi dan Strategi Pembinaan
- Ketersediaan Pupuk Subsidi Musim Tanam II Dipastikan Aman, Petani Diimbau Percepat Tanam.
Babinsa Koramil 1514-03/Wayabula Himbau Pekerja Kopra Utamakan Keselamatan di Desa Aru Iran

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-03/Wayabula, Praka Kaspar Puer, mengingatkan para pekerja kopra agar selalu berhati-hati dan mengutamakan faktor keamanan dalam bekerja. Himbauan tersebut disampaikan saat dirinya bertemu langsung dengan warga yang sedang melakukan aktivitas panen kelapa di Desa Aru Iran, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Selasa (16/9/2025).
Praka Kaspar menekankan, keselamatan menjadi hal utama dalam setiap pekerjaan, khususnya panen kelapa yang memiliki risiko tinggi. Ia mengingatkan para pekerja untuk memperhatikan cara memanjat dan memetik buah agar tidak terjadi kecelakaan.
Baca Lainnya :
“Dalam bekerja kita harus tetap mengutamakan keselamatan. Saat memanjat pohon kelapa, pastikan pegangan dan pijakan aman. Perhatikan juga potensi bahaya seperti ular maupun semut yang bisa mengganggu saat berada di atas pohon,” ujar Praka Kaspar.
Selain itu, Babinsa juga mengimbau agar para pekerja selalu saling mengingatkan satu sama lain dan tidak terburu-buru dalam bekerja demi menjaga keselamatan bersama.
“Kopra memang penting untuk menunjang ekonomi, tapi keselamatan adalah yang utama. Jangan sampai karena tergesa-gesa, kita justru mengalami musibah,” tutupnya.











