- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Waspadai Bahaya Pergaulan Bebas di Morotai Utara.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Serda Radi, melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Guahira, Kecamatan Morotai Utara, Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pergaulan anak agar terhindar dari bahaya pergaulan bebas.
Dalam himbauannya, Babinsa Radi mengingatkan bahwa pergaulan bebas dapat menjadi ancaman serius bagi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga tindak kriminal. Ia menegaskan, langkah antisipasi paling utama adalah pengawasan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas serta lingkungan pergaulan anak sehari-hari.
Baca Lainnya :
“Orang tua harus lebih peka terhadap siapa saja teman bergaul anak-anaknya. Jangan sampai mereka terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan. Dengan pengawasan dan komunikasi yang baik di rumah, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Radi.
Ia juga menambahkan, lingkungan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mengawasi tumbuh kembang generasi muda. “Semua pihak, baik orang tua, tokoh masyarakat maupun aparat desa perlu bergandengan tangan untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif,” ujarnya.











