- Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik.
- Sikat Habis Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu di Sukahaj
- 122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa
- Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarak
- Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolres Majalengka Terima Penghargaan Capaian IKPA Nilai Sempurna
- Penadahan Motor Curian berhasil diungkap polres Majalengka bukti komitmen Brantas kejahatan
- Diskominfo Jabar Dorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Adaptif di Era Digital.
- Pemkab Majalengka Segera Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan Rusak tahun 2026.
- Kwarcab & DKC Majalengka Bekali Anggota dengan Motivasi dan Strategi Pembinaan
- Ketersediaan Pupuk Subsidi Musim Tanam II Dipastikan Aman, Petani Diimbau Percepat Tanam.
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Waspadai Bahaya Pergaulan Bebas di Morotai Utara.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Serda Radi, melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Guahira, Kecamatan Morotai Utara, Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pergaulan anak agar terhindar dari bahaya pergaulan bebas.
Dalam himbauannya, Babinsa Radi mengingatkan bahwa pergaulan bebas dapat menjadi ancaman serius bagi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga tindak kriminal. Ia menegaskan, langkah antisipasi paling utama adalah pengawasan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas serta lingkungan pergaulan anak sehari-hari.
Baca Lainnya :
“Orang tua harus lebih peka terhadap siapa saja teman bergaul anak-anaknya. Jangan sampai mereka terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan. Dengan pengawasan dan komunikasi yang baik di rumah, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Radi.
Ia juga menambahkan, lingkungan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mengawasi tumbuh kembang generasi muda. “Semua pihak, baik orang tua, tokoh masyarakat maupun aparat desa perlu bergandengan tangan untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif,” ujarnya.











