- Selasa Berseri dan Aksi Ekologi: Cara Pemkab Majalengka Bentuk Karakter Siswa Cerdas dan Peduli Ling
- Komitmen Perang Melawan Narkoba, Sat Narkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu dan Sita 35 Pake
- Dandim 0617/Majalengka Cek Kesiapan Sekolah Rakyat, Pastikan Fasilitas Siap Sambut Taruna Akmil
- Junjung Tinggi Sportivitas, Danramil Cikijing Hadiri Pembukaan Turnamen Sepak Bola Kataji Cup 2026 d
- KIM Jadi Agen Informasi di Daerah untuk Gempur Rokok Ilegal
- Akselerasi Majalengka Langkung Sae, Diskominfo Gelar Bimtek Admin Medsos
- Dandim 0617/Majalengka Pimpin Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Jaga Citra Positif TNI AD
- Babinsa Bantu Jinakkan Api, Kebakaran Rumah Warga di Palasah Diduga Berawal dari Bakar Sampah
- Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding dari Banpres, Bupati Majalengka, Membangun Lebih Mudah, Me
- Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung.
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Waspadai Bahaya Pergaulan Bebas di Morotai Utara.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Serda Radi, melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Guahira, Kecamatan Morotai Utara, Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pergaulan anak agar terhindar dari bahaya pergaulan bebas.
Dalam himbauannya, Babinsa Radi mengingatkan bahwa pergaulan bebas dapat menjadi ancaman serius bagi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga tindak kriminal. Ia menegaskan, langkah antisipasi paling utama adalah pengawasan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas serta lingkungan pergaulan anak sehari-hari.
Baca Lainnya :
“Orang tua harus lebih peka terhadap siapa saja teman bergaul anak-anaknya. Jangan sampai mereka terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan. Dengan pengawasan dan komunikasi yang baik di rumah, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Radi.
Ia juga menambahkan, lingkungan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mengawasi tumbuh kembang generasi muda. “Semua pihak, baik orang tua, tokoh masyarakat maupun aparat desa perlu bergandengan tangan untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif,” ujarnya.











