- Selasa Berseri dan Aksi Ekologi: Cara Pemkab Majalengka Bentuk Karakter Siswa Cerdas dan Peduli Ling
- Komitmen Perang Melawan Narkoba, Sat Narkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu dan Sita 35 Pake
- Dandim 0617/Majalengka Cek Kesiapan Sekolah Rakyat, Pastikan Fasilitas Siap Sambut Taruna Akmil
- Junjung Tinggi Sportivitas, Danramil Cikijing Hadiri Pembukaan Turnamen Sepak Bola Kataji Cup 2026 d
- KIM Jadi Agen Informasi di Daerah untuk Gempur Rokok Ilegal
- Akselerasi Majalengka Langkung Sae, Diskominfo Gelar Bimtek Admin Medsos
- Dandim 0617/Majalengka Pimpin Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Jaga Citra Positif TNI AD
- Babinsa Bantu Jinakkan Api, Kebakaran Rumah Warga di Palasah Diduga Berawal dari Bakar Sampah
- Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding dari Banpres, Bupati Majalengka, Membangun Lebih Mudah, Me
- Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung.
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Bido Hidupkan Budaya Gotong Royong

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Praka Bazar, perlu gitu musik melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, pada Sabtu (30/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai warisan leluhur yang sarat manfaat bagi kehidupan bersama.
Praka Bazar menekankan bahwa gotong royong bukan hanya sekadar kerja bersama, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan kebersamaan warga desa.
Baca Lainnya :
“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat desa. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat bisa terasa ringan, lingkungan menjadi bersih, pembangunan lebih cepat, dan hubungan antarwarga semakin erat. Inilah budaya luhur yang harus terus dijaga agar tidak hilang oleh perkembangan zaman,” ungkap Babinsa.
Ia juga menambahkan bahwa dengan menghidupkan semangat gotong royong, banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, mulai dari terciptanya lingkungan yang sehat, meningkatnya solidaritas, hingga memudahkan penyelesaian berbagai permasalahan desa.
“Kalau kita hidup individualis, maka setiap masalah terasa berat. Tapi dengan gotong royong, kita saling bantu, saling menguatkan, dan desa menjadi lebih maju. Karena itu, mari kita budayakan kembali gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,”pesan Praka Bazar.











