- Gara-gara Sampah Ditinggal Sejak Sore, Kebun Mangga di Majalengka Membara: 5 Kambing Ludes Terbakar!
- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Bido Hidupkan Budaya Gotong Royong

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Praka Bazar, perlu gitu musik melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, pada Sabtu (30/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai warisan leluhur yang sarat manfaat bagi kehidupan bersama.
Praka Bazar menekankan bahwa gotong royong bukan hanya sekadar kerja bersama, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan kebersamaan warga desa.
Baca Lainnya :
“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat desa. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat bisa terasa ringan, lingkungan menjadi bersih, pembangunan lebih cepat, dan hubungan antarwarga semakin erat. Inilah budaya luhur yang harus terus dijaga agar tidak hilang oleh perkembangan zaman,” ungkap Babinsa.
Ia juga menambahkan bahwa dengan menghidupkan semangat gotong royong, banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, mulai dari terciptanya lingkungan yang sehat, meningkatnya solidaritas, hingga memudahkan penyelesaian berbagai permasalahan desa.
“Kalau kita hidup individualis, maka setiap masalah terasa berat. Tapi dengan gotong royong, kita saling bantu, saling menguatkan, dan desa menjadi lebih maju. Karena itu, mari kita budayakan kembali gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,”pesan Praka Bazar.











