- Kunjungan BNN RI ke Majalengka: Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Peredaran Gelap Narkoba
- Babinsa Kedung Kencana Bangun Sarana Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Polres Majalengka Ungkap 16 Kasus Narkoba Selama Juli 2026, Satu Pelaku Produksi Tembakau Sintetis D
- Merawat Mata Air, Menjaga Warisan Leluhur dalam Rangkaian Gelar Budaya Nyiramkeun Pusaka Talaga Mang
- Transparansi Rotasi Jabatan, Pemkab Majalengka Optimalkan Manajemen Talenta ASN
- Api Berhasil Dijinakan Dalam Dua Jam, Anggota Koramil Dawuan Bersama Tim Gabungan Sigap Padamkan Keb
- Terik Matahari Tak Surutkan Semangat TNI dan Warga, Gotong Royong Buka Akses Jalan Penghubung Garawa
- Kwarcab Majalengka Gelar Pelatihan Admin Kehumasan Kwarran se-kabupaten Majalengka
- Majalengka Catat Rekor Baru Program Rutilahu, Sebanyak 4.500 Rumah Dibangun pada 2026.
- Tumbuhkan Cinta Kebersihan Sejak Dini, Danramil Jatiwangi Bersama Pelajar dan Warga Gelar GEBER di D
Babinsa Kedung Kencana Bangun Sarana Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Literasikata.id Majalengka – Kepedulian terhadap kesulitan warga di tengah musim kemarau menjadi panggilan hati bagi Babinsa Desa Kedung Kencana, Koramil 1713/Ligung Kodim 0617/Majalengka, Peltu Dedi Suryadi. Melihat desanya mulai mengalami kekurangan air bersih, ia berinisiatif menggerakkan masyarakat membangun sarana penyediaan air bersih sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak kekeringan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) dengan melibatkan warga Desa Kedung Kencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Peltu Dedi Suryadi bersama masyarakat bergotong royong menyiapkan sarana penampungan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di Blok Rabu, Blok Kamis, Blok Minggu, dan Blok Senin yang mulai terdampak krisis air.
Baca Lainnya :
Sarana penampungan air dibangun di dekat sumber air tanah yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga. Lokasi tersebut dipilih agar pasokan air tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Peltu Dedi Suryadi mengatakan, inisiatif ini lahir dari kepeduliannya setelah melihat langsung kondisi masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
"Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga. Dengan bergotong royong, kami berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh warga yang membutuhkan dapat mengambil air bersih di lokasi penampungan secara gratis. Sumber air tersebut juga telah terdaftar di Kementerian ESDM serta telah melalui uji kualitas di Laboratorium Bandung sehingga layak dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Melalui inovasi sederhana yang berawal dari panggilan hati, Babinsa bersama warga berhasil menghadirkan solusi nyata dalam menghadapi ancaman kekeringan. Semangat gotong royong ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjadi contoh kepedulian terhadap sesama dalam mengatasi persoalan di lingkungan. (Pendim_0617)











