- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Babinsa dan Warga Pasang Patok Kayu untuk Antisipasi Banjir di Desa Sangowo Barat

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Morotai dalam beberapa hari terakhir, Babinsa Koramil 1514-01/Daruba, Seda Dino, bersama warga Desa Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur, melakukan pemasangan patok kayu batas air pada Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memantau ketinggian air di wilayah rawan banjir dan mencegah terjadinya kerusakan maupun korban jiwa saat curah hujan meningkat.
Baca Lainnya :
Babinsa Seda Dino menjelaskan, pemasangan patok batas air tersebut merupakan bentuk kewaspadaan dini masyarakat terhadap ancaman banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Pemasangan patok kayu ini menjadi alat pemantau sederhana yang sangat berguna. Dengan adanya tanda batas air, warga dan pemerintah desa dapat segera mengetahui jika ketinggian air mulai meningkat dan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi banjir,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini kondisi cuaca di wilayah Morotai tergolong ekstrem, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak menyepelekan potensi bencana alam.
“Kami terus mengingatkan warga agar selalu waspada, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai atau daerah rendah. Dengan langkah-langkah antisipasi seperti ini, diharapkan dampak kerusakan maupun kerugian dapat diminimalkan,” tutup Babinsa.
(Pendim 1514/Morotai)











