- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Babinsa Berebere Ajak Warga Desa Pangeo Waspadai Bahaya Judi Online.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Dalam rangka memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa, Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Serka Rivai Drakel, menggelar komunikasi sosial bersama warga Desa Pangeo, Kecamatan Morotai Jaya, pada Kamis (08/05/2025). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan imbauan terkait bahaya judi online dan dampak buruknya terhadap kehidupan keluarga.
Menurut Serka Rivai, judi online kini menjadi ancaman serius, bahkan telah menjangkau wilayah pedesaan. Kemudahan akses internet membuat praktik ini dengan cepat menyasar berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak sekolah. “Kalau ini dibiarkan, bisa merusak masa depan generasi muda dan memicu berbagai persoalan sosial dalam keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua diharapkan lebih aktif mengontrol penggunaan handphone dan akses internet anak-anak, termasuk aplikasi, game, dan media sosial. Meluangkan waktu untuk berdiskusi, beraktivitas bersama anak, serta mengarahkan mereka pada kegiatan positif seperti olahraga, keterampilan, maupun aktivitas keagamaan, dianggap sebagai langkah pencegahan yang efektif. Serka Rivai juga mengingatkan agar orang tua mewaspadai tanda-tanda anak mulai terlibat judi online, seperti sering meminjam uang, terlalu asyik dengan HP, atau mudah marah saat ditegur,"ujar Serka Rivai".
Baca Lainnya :
“Sebagai Babinsa, kami mengajak para kepala keluarga untuk tidak hanya menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi pelindung pertama bagi anak-anak dari dampak negatif teknologi. Jika kita lakukan pencegahan bersama, insya Allah kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bermoral,” tutupnya.











