- Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik.
- Sikat Habis Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu di Sukahaj
- 122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa
- Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarak
- Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolres Majalengka Terima Penghargaan Capaian IKPA Nilai Sempurna
- Penadahan Motor Curian berhasil diungkap polres Majalengka bukti komitmen Brantas kejahatan
- Diskominfo Jabar Dorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Adaptif di Era Digital.
- Pemkab Majalengka Segera Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan Rusak tahun 2026.
- Kwarcab & DKC Majalengka Bekali Anggota dengan Motivasi dan Strategi Pembinaan
- Ketersediaan Pupuk Subsidi Musim Tanam II Dipastikan Aman, Petani Diimbau Percepat Tanam.
Babinsa Berebere Ajak Warga Desa Pangeo Waspadai Bahaya Judi Online.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Dalam rangka memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa, Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Serka Rivai Drakel, menggelar komunikasi sosial bersama warga Desa Pangeo, Kecamatan Morotai Jaya, pada Kamis (08/05/2025). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan imbauan terkait bahaya judi online dan dampak buruknya terhadap kehidupan keluarga.
Menurut Serka Rivai, judi online kini menjadi ancaman serius, bahkan telah menjangkau wilayah pedesaan. Kemudahan akses internet membuat praktik ini dengan cepat menyasar berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak sekolah. “Kalau ini dibiarkan, bisa merusak masa depan generasi muda dan memicu berbagai persoalan sosial dalam keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua diharapkan lebih aktif mengontrol penggunaan handphone dan akses internet anak-anak, termasuk aplikasi, game, dan media sosial. Meluangkan waktu untuk berdiskusi, beraktivitas bersama anak, serta mengarahkan mereka pada kegiatan positif seperti olahraga, keterampilan, maupun aktivitas keagamaan, dianggap sebagai langkah pencegahan yang efektif. Serka Rivai juga mengingatkan agar orang tua mewaspadai tanda-tanda anak mulai terlibat judi online, seperti sering meminjam uang, terlalu asyik dengan HP, atau mudah marah saat ditegur,"ujar Serka Rivai".
Baca Lainnya :
“Sebagai Babinsa, kami mengajak para kepala keluarga untuk tidak hanya menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi pelindung pertama bagi anak-anak dari dampak negatif teknologi. Jika kita lakukan pencegahan bersama, insya Allah kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bermoral,” tutupnya.











