- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
Waspada Binatang Melata Berbisa Saat Musim Hujan dan Banjir

Keterangan Gambar : Poto pecinta ular
Literasikata.id Majalengka — Intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah sungai di Kabupaten Majalengka meluap. Kondisi tersebut diperparah dengan gorong-gorong yang tidak mampu menahan debit air, sehingga mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah permukiman warga.
Situasi ini berdampak langsung pada ekosistem di sekitar aliran sungai. Berbagai binatang melata yang biasanya hidup di gorong-gorong dan bantaran sungai terpaksa keluar dari sarangnya karena habitatnya terendam air. Akibatnya, potensi kemunculan binatang melata berbisa di lingkungan permukiman warga meningkat.
Pemerhati lingkungan sekaligus Ketua FKPDAS DPD Majalengka, Taufik Geblug Hidayat, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kurangnya pemeliharaan lingkungan sungai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah situasi.
Baca Lainnya :
“Lingkungan sungai yang tidak terawat membuat binatang berbisa kehilangan habitat alaminya. Saat banjir, mereka akan mencari tempat yang lebih kering dan hangat, termasuk masuk ke rumah-rumah warga melalui celah-celah kecil,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap area rumah yang jarang diperhatikan. Tempat bermain anak-anak, tumpukan barang tidak terpakai, gudang, kolong tempat tidur, hingga sudut-sudut lembap menjadi lokasi yang nyaman bagi binatang seperti ular, kalajengking, kelabang, ulat bulu beracun, dan jenis binatang melata lainnya.
“Jangan dibiarkan ada tempat yang berpotensi menjadi sarang. Segera periksa dan bersihkan, terutama area yang hangat dan jarang tersentuh,” tambahnya.
Taufik juga mengingatkan agar masyarakat tidak bertindak ceroboh apabila menemukan binatang berbisa. Jika tidak memiliki kemampuan atau peralatan yang memadai, warga disarankan untuk meminta bantuan kepada petugas atau pihak yang berkompeten.
“Kewaspadaan dan penanganan yang tepat sangat penting demi keselamatan keluarga, khususnya anak-anak,” pungkasnya.











