- Selasa Berseri dan Aksi Ekologi: Cara Pemkab Majalengka Bentuk Karakter Siswa Cerdas dan Peduli Ling
- Komitmen Perang Melawan Narkoba, Sat Narkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu dan Sita 35 Pake
- Dandim 0617/Majalengka Cek Kesiapan Sekolah Rakyat, Pastikan Fasilitas Siap Sambut Taruna Akmil
- Junjung Tinggi Sportivitas, Danramil Cikijing Hadiri Pembukaan Turnamen Sepak Bola Kataji Cup 2026 d
- KIM Jadi Agen Informasi di Daerah untuk Gempur Rokok Ilegal
- Akselerasi Majalengka Langkung Sae, Diskominfo Gelar Bimtek Admin Medsos
- Dandim 0617/Majalengka Pimpin Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Jaga Citra Positif TNI AD
- Babinsa Bantu Jinakkan Api, Kebakaran Rumah Warga di Palasah Diduga Berawal dari Bakar Sampah
- Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding dari Banpres, Bupati Majalengka, Membangun Lebih Mudah, Me
- Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung.
Expo atau Pasar Malam? Kembalikan Jati Diri Pameran Majalengka

literasikata.id Majalengka Opini - Majalengka merupakan salah satu kabupaten yang tengah berkembang pesat. Di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, Majalengka mengusung moto Menuju Majalengka Langkung SAE. Moto ini bukan sekadar slogan, melainkan tercermin dari berbagai perubahan besar yang kini dirasakan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur skala nasional hingga internasional, meningkatnya konektivitas wilayah, serta tumbuhnya potensi ekonomi lokal membuat Majalengka semakin dikenal di kancah nasional. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi dan dibanggakan bersama.
Namun sebagai pelaku usaha UMKM, kami ingin mengajak semua pihak untuk mengulas kembali makna dan tujuan pameran expo yang selama ini rutin digelar, khususnya saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka.
Secara ideal, expo adalah pameran pembangunan. Ia menjadi etalase keberhasilan pemerintah daerah melalui dinas-dinasnya, sekaligus ruang promosi bagi produk unggulan UMKM lokal. Expo seharusnya menjadi tempat masyarakat melihat sejauh mana Majalengka bertumbuh—baik dari sektor ekonomi, industri kreatif, pertanian, pariwisata, hingga inovasi pelayanan publik.
Sayangnya, hingga hari ini belum ada expo yang benar-benar menampilkan wajah dan prestasi Kabupaten Majalengka secara utuh. Hal ini terjadi karena konsep expo selalu disatukan dengan pasar malam.
Akibatnya, perhatian pengunjung lebih tersedot pada hingar-bingar wahana hiburan dan jajanan dari luar daerah. Stand UMKM lokal dan pameran pembangunan sering kali tenggelam, kalah ramai, dan sekadar menjadi pelengkap acara. Padahal, produk UMKM Majalengka adalah hasil karya masyarakat sendiri yang seharusnya mendapat ruang utama.
Kami tidak menolak hiburan rakyat. Pasar malam tentu memiliki nilai ekonomi dan rekreasi tersendiri. Namun ketika disatukan tanpa konsep yang jelas, tujuan utama expo menjadi kabur. Pameran pembangunan berubah menjadi sekadar keramaian tahunan, bukan sarana edukasi, promosi, dan kebanggaan daerah.
Harapan kami sederhana namun penting: pemerintah daerah berani memisahkan dan memurnikan konsep expo. Jadikan expo sebagai ajang prestisius untuk memperlihatkan keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat Majalengka bersama pemerintah melalui dinas-dinas terkait. Berikan panggung utama bagi UMKM lokal, produk khas daerah, dan inovasi anak-anak Majalengka.
Kembalikan expo sebagai jati diri warga Kabupaten Majalengka—sebuah pameran yang membanggakan, berkelas, dan mampu menarik pengunjung tidak hanya dari dalam daerah, tetapi juga dari luar Majalengka.
Dengan begitu, expo bukan lagi sekadar acara tahunan, melainkan simbol kemajuan dan identitas Majalengka yang langkung SAE.
Dibuat oleh : Taufik Hidayat










