- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA

Literasikata.id Majalengka - Gerakan Anti Narkotika Indonesia (GANISA) DPD Majalengka memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para Ketua Unit Manajemen Pramuka Penggalang (UMPI) se-Kabupaten Majalengka.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Majalengka, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya narkotika sekaligus membangun kesadaran untuk bersama-sama melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Ketua DPD GANISA Majalengka, Taufik Hidayat, mengaku bangga terhadap jajaran Pramuka Majalengka yang bersedia menerima edukasi mengenai bahaya narkoba.
Baca Lainnya :
Menurutnya, generasi muda menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Sekarang sasaran para pengedar narkoba banyak menyasar kalangan muda. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting dilakukan secara terus-menerus,” ujar Taufik.
Ia menilai Pramuka memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, para anggota Pramuka diharapkan mampu mengenali bahaya narkoba serta berani mengambil sikap untuk menjauhinya.
Taufik berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali pertemuan, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pelajar dan generasi muda.
“Edukasi ini harus terus dilakukan. Dengan pengetahuan dan kesadaran yang kuat, kita berharap generasi muda dapat menjadi benteng untuk membendung peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” katanya.
GANISA juga mendorong adanya sinergi antara organisasi kepemudaan, Pramuka, sekolah, pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Melalui kolaborasi tersebut, upaya pencegahan diharapkan tidak hanya dilakukan ketika kasus narkoba terjadi, tetapi dimulai dari edukasi, penguatan karakter dan keberanian generasi muda untuk mengatakan tidak terhadap narkoba.











