- Wabup Buka Rakorda ICMI , Teguhkan Komitmen Wujudkan Majalengka Langkung Sae.
- Polres Majalengka Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Lewat Optimalisasi Call Center 110
- Kodim 0617/Majalengka Gelar Olahraga Bersama Forkopimda Peringati Hari Infanteri, Hari TKR
- Kodim 0617/Majalengka Gelar Ziarah Rombongan Peringati Hari Juang TNI AD 2025 di TMP Sawala
- Kanit Kamsel Satlantas Polres Majalengka Monitoring Perbaikan Jalan Amblas di Talaga–Bantarujeg
- Bupati Majalengka Tegas Larang ASN Beli Rokok Ilegal: Jika Ketemu, Laporkan!
- Kodim Majalengka Gelar Baksos Donor Darah dan Cek Kesehatan Peringati HUT ke-76 Korem 063/SGJ
- Danramil 1701/Majalengka Hadiri Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana di Kecamatan Majalengka
- Semarak Hari Disabilitas Internasional, Program Mata Hati Jadi Jaminan Kerja Kaum Disabilitas
- Tidak Ada Lagi Proyek Asal Jadi tegas Bupati Majalengka, tidak sesuai jangan dibayar
Ketua GANISA Prihatin Tawuran di Majalengka, Desak Tes Urine untuk Pelaku

Literasikata.id Majalengka – Penangkapan 15 remaja oleh Polres Majalengka usai terlibat tawuran pada tanggal 19 September 2025 lalu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Meski langkah cepat aparat dalam mengamankan para pelaku serta memanggil orang tua mereka patut diapresiasi, kasus ini tetap harus diproses hukum lantaran menimbulkan korban hingga kehilangan satu jari akibat sabetan senjata tajam.
Ketua Gerakan Anti Narkotika Indonesia (GANISA) DPD Majalengka, Taufik Hidayat, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menilai aksi brutal yang dilakukan para pelajar mencerminkan lemahnya pembinaan terhadap generasi muda.
“Anak-anak sekarang sudah nekat dan berani melakukan kekerasan. Polres Majalengka harus bertanggung jawab dalam hal pembinaan, karena jelas belum ada upaya yang mampu membuat anak-anak memahami arti ketertiban dan keamanan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsa,” tegas Taufik (21/9/2025)
Baca Lainnya :
Selain itu, Taufik mendesak agar Polres Majalengka segera melakukan tes urine kepada para pelaku. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan keberanian dan kebrutalan mereka dipicu oleh penggunaan obat-obatan terlarang.
“Saya berharap edukasi bela negara dan edukasi tentang bahaya narkoba semakin diintensifkan di sekolah-sekolah. Dari pihak GANISA, kami siap berpartisipasi dalam upaya pencegahan ini,” tambahnya.
Peristiwa tawuran ini menjadi alarm keras bagi semua pihak, khususnya aparat dan dunia pendidikan, untuk lebih serius dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus pada kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba










