- Bupati Majalengka Kick Off Penataan Kabel Udara, Dorong Kota Lebih Rapi dan Aman
- GANISA DPD Majalengka Apresiasi Ketegasan Kapolres dalam Pemberantasan Narkoba
- Bupati Majalengka Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji 2026 dan Berikan Fasilitas Lengkap.
- Peran KIM dalam Literasi Digital di era Akselerasi Tranformasi.
- Momen Haru di Kodim Majalengka, 18 Prajurit Resmi Menyandang Pangkat Baru
- Groundbreaking Jembatan Garuda TNI di Lemahsugih Majalengka, Perkuat Akses dan Dorong Ekonomi Warga
- Warga Gunung Manik Majalengka Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Depan Rumah
- Sampaikan LKPJ 2025, Bupati Majalengka Paparkan Capaian Ekonomi Gemilang dan Penurunan Kemiskinan.
- Amankan Wisata Terasering Panyaweyan, Babinsa Sertu Hendra: Kami Pastikan Pengunjung Nyaman
- Sinergi TNI-Polri Amankan Wisata Lebaran, Dandim Majalengka Ikuti Anev Sitkamtibmas Nasional
Kecamatan Leuwimunding Luncurkan Inovasi, Simpatik Paman Bansos

Literasikata.id Majalengka -Pemerintah Kecamatan Leuwimunding resmi meluncurkan inovasi “Simpatik Paman Bansos” (Sistem Penempelan Stiker Penerima Manfaat Bantuan Sosial), Rabu (5/2/2026).
Launching inovasi tersebut dilakukan langsung oleh Camat Leuwimunding, Wawan Kurniawan didampingi muspika Leuwimunding sebagai bentuk komitmen meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial.
Baca Lainnya :
Inovasi Simpatik Paman Bansos merupakan aksi penempelan stiker di rumah penerima manfaat bantuan sosial. Stiker tersebut berfungsi sebagai penanda sekaligus sarana kontrol sosial agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Camat Leuwimunding Wawan Kurniawan menjelaskan, inovasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bansos serta membuka ruang pengawasan bersama oleh masyarakat.
“Dengan adanya Simpatik Paman Bansos, penyaluran bantuan sosial diharapkan lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat diawasi secara bersama-sama oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga, untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut demi terwujudnya tata kelola bantuan sosial yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Pemerintah Kecamatan Leuwimunding optimistis inovasi ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan bantuan sosial serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah di bidang kesejahteraan sosial.
Salah seorang warga Leuwimunding, Asep (45), menyambut baik peluncuran inovasi Simpatik Paman Bansos. Menurutnya, program tersebut dapat membantu memastikan bantuan sosial diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
“Dengan adanya stiker penerima bansos ini, jadi lebih jelas siapa yang memang berhak menerima. Kalau ada yang tidak tepat sasaran, masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti (38), warga lainnya. Ia menilai inovasi tersebut sebagai langkah positif pemerintah kecamatan dalam menciptakan keterbukaan dan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial.
“Program ini bagus, jadi penyaluran bantuan lebih transparan dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” katanya.
Warga berharap inovasi Simpatik Paman Bansos dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.











