- Bupati Majalengka Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji 2026 dan Berikan Fasilitas Lengkap.
- Peran KIM dalam Literasi Digital di era Akselerasi Tranformasi.
- Momen Haru di Kodim Majalengka, 18 Prajurit Resmi Menyandang Pangkat Baru
- Groundbreaking Jembatan Garuda TNI di Lemahsugih Majalengka, Perkuat Akses dan Dorong Ekonomi Warga
- Warga Gunung Manik Majalengka Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Depan Rumah
- Sampaikan LKPJ 2025, Bupati Majalengka Paparkan Capaian Ekonomi Gemilang dan Penurunan Kemiskinan.
- Amankan Wisata Terasering Panyaweyan, Babinsa Sertu Hendra: Kami Pastikan Pengunjung Nyaman
- Sinergi TNI-Polri Amankan Wisata Lebaran, Dandim Majalengka Ikuti Anev Sitkamtibmas Nasional
- Pemkab Majalengka akan Berlakukan WFH Setiap Hari Senin pelayanan Umum tetap Berjalan.
- 100 Anggota Pramuka Majalengka Diterjunkan dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026.
Banjir Berulang dimajalengka, FKPDAS Serukan Pembangunan Berbasis Lingkungan dan Kearifan Lokal

Literasikata.id Majalengka – Forum Komunikasi Pengelola Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Majalengka menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kejadian banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka.
Bencana tersebut dinilai sebagai peringatan keras dari alam akibat pembangunan yang terlalu ambisius namun minim perhatian terhadap analisis dampak lingkungan ada sebab dan akibat
Ketua FKPDAS DPD Majalengka, Taufik Geblug Hidayat, menegaskan bahwa banyaknya bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan dan kajian lingkungan dalam proses perizinan pembangunan, baik konstruksi maupun sektor lainnya.
Baca Lainnya :
“Ke depan, setiap izin pembangunan harus melalui analisis yang matang dan komprehensif. Jangan sampai dampaknya baru dirasakan bertahun-tahun kemudian oleh masyarakat,” ujar Taufik, Rabu (23/12/2025).
Ia juga menyoroti maraknya perizinan di sektor pariwisata yang dinilai sering mengabaikan kearifan lokal dan daya dukung lingkungan. Menurutnya, pembangunan pariwisata seharusnya melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat lokal dan pemerhati lingkungan, agar pengelolaan alam tetap berkelanjutan.
“Jangan asal memberikan izin tanpa mengenal kondisi lingkungan setempat. Dampak pembangunan itu bukan hanya saat proyek berjalan, tapi risiko jangka panjangnya harus sudah terdeteksi jika analisis lingkungannya dilakukan dengan benar,” tegasnya.
FKPDAS Majalengka juga menyampaikan empati kepada warga yang terdampak banjir dan bencana alam lainnya. Taufik berharap pemerintah dapat bertindak cepat dan sungguh-sungguh dalam penanganan bencana serta pemulihan wilayah terdampak.
“Saya sangat prihatin. Semoga pemerintah bisa segera mengatasi bencana ini dengan serius, dan kepada warga yang tertimpa musibah agar tetap sabar dan tawakal. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” ucapnya.
Lebih lanjut, FKPDAS memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah agar tidak mengambil risiko besar atas nama kemajuan pembangunan dengan mengabaikan keselamatan alam dan lingkungan, terlebih jika sampai mengorbankan keselamatan warga.
“Pembangunan harus berjalan seimbang. Alam bukan objek eksploitasi, melainkan mitra hidup yang wajib dijaga,” pungkas Taufik.











