- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Babinsa Koramil 1514-01/Daruba Himbau Warga Tidak Menurunkan Bendera Sebelum 1 September

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-01/Daruba, Kopda Niclas Manuputty memberikan himbauan kepada Pemerintah Desa Darame terkait aturan penurunan bendera merah putih dan umbul-umbul. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Senin (18/8/2025).
Dalam keterangannya, Kopda Manuputty meminta agar pemerintah desa menyampaikan kepada seluruh warga untuk tidak menurunkan bendera merah putih maupun umbul-umbul yang telah dipasang di rumah maupun jalan umum sebelum tanggal 1 September 2025.
Baca Lainnya :
“Bendera merah putih dan umbul-umbul yang terpasang hendaknya tetap dikibarkan sampai dengan 1 September sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, saya berharap kerjasama dan kesadaran semua pihak, khususnya warga, agar mematuhi himbauan ini,” ujarnya.
Himbauan tersebut sejalan dengan ketentuan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, di mana bendera dan umbul-umbul dikibarkan sepanjang bulan Agustus hingga awal September sebagai wujud nasionalisme dan semangat persatuan.











