- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka

Literasikata.id Majalengka - Sedikitnya 300 peserta antusias mengikuti Seminar Sehari bertajuk “Ngobrol Cai Merdeka” yang diselenggarakan oleh Masyarakat Peduli Daerah Aliran Sungai (MPDAS) Majalengka, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jawa Barat dan PORKOPALA.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus upaya membangun kepedulian bersama terhadap kondisi sungai dan lingkungan di Kabupaten Majalengka. Berbagai persoalan, mulai dari sampah di aliran sungai hingga keberadaan bangunan liar di kawasan sungai, menjadi perhatian utama dalam seminar.
Ketua penyelenggara seminar, Taufik Hidayat, mengatakan kegiatan “Ngobrol Cai Merdeka” dilatarbelakangi oleh masih banyaknya persoalan lingkungan yang terjadi di sepanjang aliran sungai.
“Seminar ini dilandasi atas masih banyaknya sampah di aliran sungai serta banyaknya bangunan liar yang tidak terkendali. Karena itu, kami ingin membangun kesadaran dan mencari solusi bersama untuk menjaga sungai di Majalengka,” ujar Taufik.
Baca Lainnya :
Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, aktivis lingkungan hingga unsur masyarakat.
Sejumlah narasumber yang hadir di antaranya Ridwan Budiarto, S.Hut., M.P. yang mewakili Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jawa Barat, Guru Besar Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.P., M.Si., Kepala Bagian Marketing dan Kemitraan Kampus Politeknik Mardira Indonesia Pipih Sopiah Anwarsyah, S.Pd.I., serta pengusaha Yosep Hendrawan, S.AP.
Selain itu, hadir pula Direktur BUMDes Gunungkuning, aktivis lingkungan dan ahli persampahan Dr. Ir. Sapto Prajogo, M.Si., perwakilan Masyarakat Peduli DAS Agus, S.S.Pd., perwakilan Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Lingkungan Hidup Dini Mega Putri, S.Si., serta unsur Kodim 0617/Majalengka Kapten Inf. Aceng.
Dalam seminar tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga sungai, tetapi juga membahas berbagai persoalan dan langkah konkret yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Dari kegiatan “Ngobrol Cai Merdeka” tersebut, muncul sejumlah komitmen penting untuk pengelolaan sungai dan lingkungan di Majalengka, di antaranya perlindungan daerah aliran sungai, pengendalian sampah di sungai, penanganan limbah B3, rehabilitasi sempadan sungai, konservasi sumber mata air, pengawasan pencemaran sungai, serta peningkatan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai.
Selain itu, seminar juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi dan komunitas dalam menangani berbagai persoalan lingkungan.
Taufik menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi dapat menjadi awal dari gerakan bersama untuk menjaga sungai dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan banyak referensi serta gagasan untuk sungai di Majalengka. Ini menjadi komitmen bersama Masyarakat Peduli Aliran Sungai Majalengka untuk sungai dan lingkungan,” ungkapnya.
Melalui “Ngobrol Cai Merdeka”, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa keberadaan sungai bukan hanya sebagai saluran air, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga, dilindungi dan diwariskan kepada generasi mendatang.











