- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
KIM Jadi Agen Informasi di Daerah untuk Gempur Rokok Ilegal

Literasikata.id Purwakarta, Jawa Barat – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) didorong menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi sekaligus mengedukasi masyarakat terkait upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal di Jawa Barat.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Tatap Muka Gempur Rokok Ilegal yang digelar di Harper Hotel Purwakarta pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan KIM dari berbagai kecamatan se-Jawa Barat sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam mendukung pengawasan dan pemberantasan rokok ilegal.
Sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya perwakilan Kantor Bea Cukai, Dini, perwakilan Polda Jawa Barat AKP Dodi Nugroho, S.H., M.M., Kasatpol PP Jawa Barat Tulus Aripan, S.I.P., M.Si., Firmansyah, akademisi UNISBA Ayu Yuningsih, serta perwakilan KIM Jawa Barat Deni Sonjaya.
Dalam sambutannya, Kasatpol PP Jawa Barat Tulus Aripan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi antara pemerintah dan Komunitas Informasi Masyarakat dalam mendukung gerakan Gempur Rokok Ilegal di Jawa Barat.
Baca Lainnya :
Menurutnya, KIM memiliki peran penting sebagai ujung tombak penyebaran informasi di tengah masyarakat. Karena itu, para peserta diharapkan mampu menjadi agen informasi yang aktif menyampaikan edukasi mengenai bahaya dan dampak peredaran rokok ilegal, sekaligus mendukung upaya Satpol PP dan Bea Cukai dalam melakukan pengawasan di wilayah masing-masing.
"Kami berharap seluruh peserta yang hadir dapat menjadi agen informasi bagi pemerintah, khususnya Satpol PP dan Bea Cukai, dalam memberantas rokok ilegal yang merugikan negara," ujar Tulus.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui KIM diharapkan terus diperkuat sehingga mampu menciptakan masyarakat yang sadar hukum, sehat, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan.
"Semoga ke depan KIM semakin menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap penyebaran informasi mengenai bahaya rokok ilegal dapat menjangkau hingga tingkat desa dan RW, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya mendukung pemberantasan peredaran rokok ilegal demi melindungi penerimaan negara dan menciptakan iklim usaha yang sehat.












