- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
Kepedulian TB. Hasanuddin asal talaga Majalengka sumbangkan satu set duplikat gamelan goong renteng

Literasikata.id Majalengka - Demi mengaktualisasi nilai-nilai kearifan lokal dan melestarikan peradaban budaya warisan Kerajaan Talaga Manggung, Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Tb Hasanuddin, S.E., M.M., M.Si. menyerahkan tanda kadeudeuh berupa seperangkat Duplikat Gamelan Goong Renteng Talaga Manggung. Gamelan berbahan perunggu dengan rak kayu jati tersebut diberikan kepada Yayasan Talaga Manggung Simbarkantjana sebagai upaya pelestarian seni tradisi.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di Bale Sawala Agung Museum Talaga Manggung, langsung oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Tb Hasanuddin kepada Rd. Apun Cahya Hendra Ningrat selaku Ketua Yayasan Talaga Manggung Simbarkantjana.Sabtu (30/8/2025)
Hadir dalam acara tersebut Kepala Museum Talaga Manggung H. Nana Supriatna, Tokoh Budaya Rd. Teten Wilman, Tokoh Masyarakat Talaga Tita Juwita Hipdiah, jajaran pengurus Yayasan dan Museum Talaga Manggung, serta para pemerhati seni budaya se-Kecamatan Talaga.
Baca Lainnya :

Dalam sambutannya, Hasanuddin yang akrab disapa Kang Ence menegaskan bahwa Duplikat Goong Renteng ini bukan sekadar pajangan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai sarana pelestarian budaya.
“Harus digali lagi sumber daya manusia para nayaga, jenis tembang, dan segala tradisi Goong Renteng agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Museum Talaga Manggung, H. Nana Supriatna, mengumumkan rencana menggelar pelatihan khusus Nayaga Goong Renteng seminggu sekali di Museum Talaga Manggung. Program ini disambut baik oleh seluruh tamu undangan.
Di tempat terpisah, Ketua Tim Balai Konservasi Cagar Budaya Talaga Manggung, Asep Asdha Singawinata, menjelaskan bahwa Goong Renteng Talaga Manggung diyakini telah ada sejak abad ke-15 Masehi. Menurutnya, tradisi Goong Renteng dahulu kerap dimainkan pada upacara sakral nyiramkeun pusaka maupun acara besar Kerajaan Talaga Manggung. Namun sejak 1972, kondisi gamelan asli yang kini tersimpan di museum sudah aus karena korosi dan hanya difungsikan sebagai artefak.
Ia menambahkan, keberadaan Goong Renteng Talaga Manggung bahkan tercatat dalam Laporan Kepurbakalaan Hindia Belanda (Oudheidkundige Dienst) tahun 1914.
“Dengan hadirnya kembali duplikat Goong Renteng di Museum Talaga Manggung, ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali seni tradisi dan budaya peninggalan Kerajaan Talaga Manggung,” pungkasnya.











