- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
Dandim 1514/Morotai Terima Kunjungan Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi Universitas Indonesia (UI).

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Dandim 1514/Morotai, Letkol Arh Masykur Akmal, S.T., M.T., menerima kunjungan Ketua Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi Universitas Indonesia (UI), Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si (Han), di Makodim 1514/Morotai, Desa Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Senin (8/9/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi UI menyerahkan cenderamata kepada Dandim 1514/Morotai sebagai bentuk penghormatan serta wujud sinergitas antara kedua pihak.
Baca Lainnya :
Dandim 1514/Morotai Letkol Arh Masykur Akmal ST.,MT., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim dari UI. Ia berharap kehadiran Ekspedisi Patriot Transmigrasi dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Pulau Morotai.
“Morotai masih masuk kategori daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terbelakang). Dengan kegiatan ini, kami berharap bisa membantu mengangkat citra Morotai, sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa Morotai memiliki nilai sejarah yang penting, khususnya aksi heroik pahlawan Indonesia pada masa Perang Trikora dalam pembebasan Irian Barat. Potensi sejarah tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
“Semoga Morotai dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, sehingga pulau terluar ini bisa terpandang dan masuk dalam salah satu dari sepuluh daerah destinasi wisata nasional,” Tutup Dandim.











