- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
Banjir Berulang dimajalengka, FKPDAS Serukan Pembangunan Berbasis Lingkungan dan Kearifan Lokal

Literasikata.id Majalengka – Forum Komunikasi Pengelola Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Majalengka menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kejadian banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka.
Bencana tersebut dinilai sebagai peringatan keras dari alam akibat pembangunan yang terlalu ambisius namun minim perhatian terhadap analisis dampak lingkungan ada sebab dan akibat
Ketua FKPDAS DPD Majalengka, Taufik Geblug Hidayat, menegaskan bahwa banyaknya bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan dan kajian lingkungan dalam proses perizinan pembangunan, baik konstruksi maupun sektor lainnya.
Baca Lainnya :
“Ke depan, setiap izin pembangunan harus melalui analisis yang matang dan komprehensif. Jangan sampai dampaknya baru dirasakan bertahun-tahun kemudian oleh masyarakat,” ujar Taufik, Rabu (23/12/2025).
Ia juga menyoroti maraknya perizinan di sektor pariwisata yang dinilai sering mengabaikan kearifan lokal dan daya dukung lingkungan. Menurutnya, pembangunan pariwisata seharusnya melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat lokal dan pemerhati lingkungan, agar pengelolaan alam tetap berkelanjutan.
“Jangan asal memberikan izin tanpa mengenal kondisi lingkungan setempat. Dampak pembangunan itu bukan hanya saat proyek berjalan, tapi risiko jangka panjangnya harus sudah terdeteksi jika analisis lingkungannya dilakukan dengan benar,” tegasnya.
FKPDAS Majalengka juga menyampaikan empati kepada warga yang terdampak banjir dan bencana alam lainnya. Taufik berharap pemerintah dapat bertindak cepat dan sungguh-sungguh dalam penanganan bencana serta pemulihan wilayah terdampak.
“Saya sangat prihatin. Semoga pemerintah bisa segera mengatasi bencana ini dengan serius, dan kepada warga yang tertimpa musibah agar tetap sabar dan tawakal. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” ucapnya.
Lebih lanjut, FKPDAS memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah agar tidak mengambil risiko besar atas nama kemajuan pembangunan dengan mengabaikan keselamatan alam dan lingkungan, terlebih jika sampai mengorbankan keselamatan warga.
“Pembangunan harus berjalan seimbang. Alam bukan objek eksploitasi, melainkan mitra hidup yang wajib dijaga,” pungkas Taufik.











