- Bea Cukai Musnahkan 33,89 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp.50,58 Miliar di Majalengka
- Pesen Bupati Eman Santri Harus Kuasai Teknologi dan Inovasi
- Buka Majalengka Creative Festival 2026, Wabup Dena Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lok
- Kokoh kan Tata Kelola Organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka Satukan Visi Mabi dan Kwartir
- GANISA Apresiasi Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy atas penangkapan geng motor yang meresahkan
- ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi
- Polres Majalengka Ungkap Dugaan Pencabulan terhadap Empat Anak di Sukahaji, Terduga Pelaku Diamankan
- JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 Tingkat Cabang Majalengka Diikuti 808 Peserta dari 60 Pangkalan
- Tinjau Revitalisasi Sekolah di Majalengka, Bupati Pastikan Fasilitas Belajar Makin Layak dan Nyaman.
- Jalan Jatiwangi–Cigasong Segera Dihotmix, Pemprov Jabar Kucurkan Bantuan Rp.20 Miliar.
Dandim 0617/Majalengka Beri Materi Wasbang kepada Calon Mahasiswa Instbunas, Ini Pesannya

Literasikata.id Majalengka – Komandan Kodim (Dandim) 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada calon mahasiswa baru Universitas Instbunas (Institut Budi Utomo Nasional) Majalengka, Jumat (3/10/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Instbunas, Jalan Siliwangi No.121, Heulet, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. Hadir dalam kegiatan ini Ketua BEM Instbunas, Tedi Saepudin, serta moderator Elda Tiara.
Baca Lainnya :
Dalam pemaparannya, Dandim menekankan pentingnya generasi muda memahami wawasan kebangsaan sebagai modal dasar berbangsa dan bernegara.
“Sebagai anak bangsa, kita wajib memahami arti wawasan kebangsaan. Bela negara adalah ukuran sejauh mana kita mencintai bangsa dan negara,” ujar Letkol Inf Fahmi.
Ia menjelaskan, generasi muda harus mengetahui sejarah, budaya, nilai, serta cita-cita bangsa agar tumbuh jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air yang kuat.
“Generasi muda yang paham sejarah akan lebih memiliki nasionalisme dibanding mereka yang apatis. Jangan biarkan bangsa hancur karena adanya penghianatan dari dalam,” tegasnya.
Selain itu, Dandim mengajak mahasiswa untuk menjauhi hal-hal negatif, rajin belajar, serta meneladani tokoh-tokoh bangsa yang telah berkorban demi kemerdekaan.
“Kita harus memahami sejarah, termasuk peran penting Kerajaan Demak dalam penyebaran Islam di Jawa. Karakter pemimpin dan rakyat akan menentukan keberhasilan bangsa. Jangan jadi penghianat di negeri sendiri, tapi niatkan diri untuk berkontribusi bagi tanah air,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Dandim berharap mahasiswa Instbunas dapat semakin memperkuat rasa cinta tanah air, menumbuhkan semangat persatuan, dan berkomitmen menjaga keutuhan NKRI. (Pendim_0617)











