Pertarungan Tradisi: Antara Jaga Hutan dan Seni Ujungan

By PT. Literasi Kata Milenia 30 Mei 2024, 15:49:05 WIB Seni & Budaya
Pertarungan Tradisi: Antara Jaga Hutan dan Seni Ujungan

Literasikata.id Majalengka - Di sebuah desa yang tersembunyi di bawah kaki Gunung Ciremai, tepatnya di Desa Cengal, kecamatan Maja, Majalengka, terdapat sebuah warisan budaya yang kini menjadi pusat perhatian: seni ujungan. Di tengah keasrian alam dan kehidupan sehari-hari yang masih kental dengan nilai-nilai tradisional, seni ujungan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Seni ujungan, sebuah warisan dari masa kerajaan Talagamanggung yang legendaris, kini dipelajari dan dilestarikan kembali oleh Padepokan Silat Ujungan Bunilaya Kudaputih di bawah pimpinan Taufik Hidayat. Meskipun pernah dilarang pada tahun 1960 karena dianggap terlalu kekerasan, keberadaannya kembali ditemukan pada tahun 2007.

Dengan modifikasi untuk menjaga keselamatan para praktisi, kini seni ujungan dilengkapi dengan balakutak, pelindung kepala yang terbuat dari bambu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera serius, namun tetap mempertahankan esensi pertarungan dari kepala hingga ujung kaki.

Baca Lainnya :

Bagi masyarakat desa, seni ujungan bukan hanya sekadar pertunjukan bela diri, namun juga merupakan bagian dari identitas dan kebanggaan mereka. Di tengah hutan yang masih lebat dan keindahan alam yang memukau, seni ujungan menjadi lambang kekuatan dan keberanian mereka dalam menjaga warisan budaya mereka.

Dalam perjalanan untuk menjaga kelestarian hutan dan seni ujungan, masyarakat desa bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi lingkungan untuk melestarikan lingkungan mereka. Mereka sadar bahwa alam yang lestari adalah warisan yang tak ternilai bagi generasi mendatang, sebagaimana seni ujungan adalah warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

Dalam kesederhanaan desa Cengal yang masih terjaga keasriannya, terdapat kekayaan budaya dan alam yang menjadi inspirasi bagi generasi masa depan. Melalui perpaduan antara menjaga hutan dan melestarikan seni ujungan, mereka membuktikan bahwa tradisi dan alam dapat hidup berdampingan dalam harmoni yang indah (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment