- Wabup Buka Rakorda ICMI , Teguhkan Komitmen Wujudkan Majalengka Langkung Sae.
- Polres Majalengka Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Lewat Optimalisasi Call Center 110
- Kodim 0617/Majalengka Gelar Olahraga Bersama Forkopimda Peringati Hari Infanteri, Hari TKR
- Kodim 0617/Majalengka Gelar Ziarah Rombongan Peringati Hari Juang TNI AD 2025 di TMP Sawala
- Kanit Kamsel Satlantas Polres Majalengka Monitoring Perbaikan Jalan Amblas di Talaga–Bantarujeg
- Bupati Majalengka Tegas Larang ASN Beli Rokok Ilegal: Jika Ketemu, Laporkan!
- Kodim Majalengka Gelar Baksos Donor Darah dan Cek Kesehatan Peringati HUT ke-76 Korem 063/SGJ
- Danramil 1701/Majalengka Hadiri Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana di Kecamatan Majalengka
- Semarak Hari Disabilitas Internasional, Program Mata Hati Jadi Jaminan Kerja Kaum Disabilitas
- Tidak Ada Lagi Proyek Asal Jadi tegas Bupati Majalengka, tidak sesuai jangan dibayar
Dari Hobi Belanja Jadi Pengusaha Kreatif, Kisah pemilik Brand Jui Hasan Exoprint di Majalengka

Literasikata.id Majalengka – Siapa sangka, kebiasaan suka belanja justru mengantarkan Juju Juariah asal Ciomas Sukahaji Majalengka menjadi pengusaha kreatif yang sukses di bidang fesyen ramah lingkungan. Perempuan asal Majalengka ini kini dikenal sebagai pemilik brand “Jui Hasan Ecoprint”, sebuah usaha yang mengolah kain menjadi karya seni bermotif alami dari daun dan bunga.
Dulu, Juju mengaku gemar berbelanja pakaian dan aksesori. Setiap kali ada model baru, ia tak segan membelinya. Namun, kebiasaan itu justru menumbuhkan ide: “Daripada terus beli, kenapa tidak coba membuat sendiri?” Itulah awal mula langkah Juju menekuni dunia ecoprint yang dimulai pada tahun 2019, teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami dari alam sekitar.

Baca Lainnya :
“Awalnya saya hanya coba-coba. Saya lihat di media sosial, banyak yang membuat kain dengan motif daun dan warna alami. Saya tertarik karena selain indah, juga ramah lingkungan,” tutur Juju saat ditemui di rumah produksinya di Kabupaten Majalengka.

Dengan bermodal semangat dan rasa ingin tahu, Juju mulai belajar teknik ecoprint secara otodidak. Ia mengumpulkan daun jati, ketapang, jarak, dan berbagai tumbuhan yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Dari hasil eksperimen itu lahirlah karya pertamanya yang unik dan bernilai seni tinggi.
Tahun demi tahun, keterampilannya semakin terasah. Juju kemudian memberi nama usahanya “Jui Hasan Ecoprint”, gabungan dari namanya sendiri dan nama keluarganya, sebagai bentuk doa dan harapan agar usahanya terus tumbuh.

Kini, produk Jui Hasan Ecoprint meliputi kain, tas, jilbab, hingga pakaian jadi yang semuanya bermotif daun alami. Setiap helai produk memiliki corak yang berbeda—tidak ada yang benar-benar sama, karena dibuat langsung dari cetakan daun sungguhan. Inilah yang membuat karya Juju memiliki daya tarik tersendiri di pasar lokal maupun luar daerah.
“Yang paling saya syukuri, usaha ini bukan hanya memberi penghasilan, tapi juga memberi kesempatan saya untuk berkarya sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Juju dengan senyum hangat.
Selain memasarkan produknya secara daring, Juju juga aktif mengikuti berbagai pameran dan pelatihan kewirausahaan di Majalengka. Ia berharap, kisahnya bisa menginspirasi perempuan lain agar berani memulai usaha dari hal yang sederhana.
“Kalau dulu saya suka belanja, sekarang saya justru senang membuat produk yang dibeli orang lain. Rasanya luar biasa,” tutupnya.











