- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
- Dukung Pemberantasan Miras dan Obat Terlarang, Pemkab Majalengka Bersinergi dengan Polres
- Pelanggar semakin bebas tanpa pengawasan disiplin lalulintas
- Bupati Majalengka Dukung Penuh Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional
- MPDAS, Penataan Lingkungan ala Gubernur Jawa Barat Mulai Menjalar ke Pemerintah Daerah
- Donor Darah Kwarcab Majalengka Berjalan Lancar, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan Pramuka
Babinsa Kedung Kencana Bangun Sarana Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Literasikata.id Majalengka – Kepedulian terhadap kesulitan warga di tengah musim kemarau menjadi panggilan hati bagi Babinsa Desa Kedung Kencana, Koramil 1713/Ligung Kodim 0617/Majalengka, Peltu Dedi Suryadi. Melihat desanya mulai mengalami kekurangan air bersih, ia berinisiatif menggerakkan masyarakat membangun sarana penyediaan air bersih sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak kekeringan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) dengan melibatkan warga Desa Kedung Kencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Peltu Dedi Suryadi bersama masyarakat bergotong royong menyiapkan sarana penampungan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di Blok Rabu, Blok Kamis, Blok Minggu, dan Blok Senin yang mulai terdampak krisis air.
Baca Lainnya :
Sarana penampungan air dibangun di dekat sumber air tanah yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga. Lokasi tersebut dipilih agar pasokan air tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Peltu Dedi Suryadi mengatakan, inisiatif ini lahir dari kepeduliannya setelah melihat langsung kondisi masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
"Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga. Dengan bergotong royong, kami berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh warga yang membutuhkan dapat mengambil air bersih di lokasi penampungan secara gratis. Sumber air tersebut juga telah terdaftar di Kementerian ESDM serta telah melalui uji kualitas di Laboratorium Bandung sehingga layak dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Melalui inovasi sederhana yang berawal dari panggilan hati, Babinsa bersama warga berhasil menghadirkan solusi nyata dalam menghadapi ancaman kekeringan. Semangat gotong royong ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjadi contoh kepedulian terhadap sesama dalam mengatasi persoalan di lingkungan. (Pendim_0617)











